• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Filsafat Ilmu(Kebenaran Ilmiah)

Dalam pendekatan intuitif orang menentukan "pendapat" mengenai sesuatu berdasar atas "pengetahuan" yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tak disadari atau yang tidak dipikirkan lebih dahulu. Dengan intuisi orang memberikan penilaian tanpa didahului sesuatu renungan. Pencapaian pengetahuan yang demikian itu sukar dipercaya. Di sini tidak terdapat langkah-langkah yang sistematik dan terkendali.



Realm -Bidang

pada hakekatnya kebenaran ilmiah adalah sesaat tergantung pada data-data hasil pengamatan yang ada pada waktu itu.

-Sebagaimana dikatakan Karl Popper, seorang science philosopher/historian, semua teori ilmiah akan tumbang pada sesuatu waktu dan akan digantikan oleh teori baru, karena science yang sehat harus selalu berusaha apa yang dia namakan sebagai ‘falsification’ Pelaku science harus terus menerus selalu berusaha menjatuhkan/menyalahkan (falsification) teori yang berlaku

-Ritzer dalam zamroni, membuat pengertian tentang paradigma yaitu pandangan yang mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh salah satu cabang atau disiplin ilmu pengetahuan. Dari pengertian ini dapat disimpulkan, dalam suatu cabang ilmu pengetahuan dimungkinkan terdapat beberapa paradigma. Artinya dimungkinkan terdapatnya beberapa komunitas ilmuwan yang masing-masing berbeda titik pandangnya tentang apa yang menurutnya menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari dan diteliti oleh cabang ilmu pengetahuan tersebut. (ahmad sihabudin dalam Jurnal Kampus Tercinta, 1996 : 43).

Overhelming majority -mayoritas yang besar

-Bagi ilmu logika, suatu kata dianggap mempunyai pengertian abstrak jika kata itu menunjuk kepada sifat, keadaan dan kegiatan yang dilepas dari objek tertentu. Misalnya : Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan dan lain lain.

Dan suatu kata mempunyai pengertian konkret apabila ia menunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu seperti : Mobil, Motor, TV, Meja, Kursi, Orang batak itu, Orang Jawa itu, Rumah dan lain-lain.Kata ‘orang batak’ dan ‘orang jawa’ jika dimaksudkan adalah sekelompok orang yang tinggal di Medan atau di Jawa Tengah, maka dia akan bermakna konkret. Konkret, karena jelas yang dimaksudkan adalah tentang keberadaan (eksistensi) sekelompok orang.

Tetapi jika maksud sipenutur adalah tentang sifat, cara dan sikap hidup orang jawa dan orang batak, maka pengertian kata tersebut berubah menjadi kata abstrak.Sebaliknya, Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan juga bisa berubah maknanya menjadi kata konkret jika ia menunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu.

-kata subjektif telah memperoleh arti khayalan atau didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan pribadi dan karena tidak benar atau berat sebelah, akan tetapi pengetahuan dapat diperoleh dengan jalan melakukan penyelidikan yang tidak memihak dan bebas mengenai gambar, kata subjektif juga tidak dipergunakan disini untuk merendahkan secara bagai manapun, melainkan mengandung arti behwa perlu diperlakukan dengan berbagai jaminan khusus terhadap timbulnya kekeliruan.
Ketergantungan terjadinya pengetahuan, yang artinya bagaimana hubungan subjek dan objek. Bila yang dominan subjek maka sifatnya subjektif, sebaliknya bila yang dominan objek maka sifatnya objektif. - contoh: jika subjek lebih bergantung kpd objek(pengetahuan) maka dpt dsbut bersifat subjektif, dan sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Comment-nya yah....

 
  • Blogroll

  • Consectetuer

  • Popular

  • Comments